Selamat Sore Jakarta!!!
Jakarta saat petang sebetulnya menyebalkan. Jalanan yang macet cet, bikin keringatan. "Ase ga takusan arimasu nee," kata watashi no sensei. Mobil-mobil berebut jalan, ingin paling duluan. Akibatnya, mereka pun berlomba-lomba kentut, mengeluarkan asap knalpot yang bikin mual. Phuiiiih....
Tapi, di antara yang paling menyebalkan dari Jakarta sore hari adalah warna langitnya yang biru itu. Buat saya, warna langit itu yang membuat perasaan ikut membiru. Entah kenapa, setiap menatap langit sore, perasaan sedih, kecewa, dan perasaan-perasaan negatif lainnya jadi muncul. Padahal, berbagai perasaan itu udah coba saya pendam dalam-dalam. Jadi, tidak salah 'kan kalau saya menyimpulkan bahwa warna langit sore hari lah yang menyebabkan perasaan ikut biru. Anda pernah mengalaminya?
Saya mengalaminya sore ini. Biasanya, saya mencoba untuk tidak keluar pada sore hari. Tapi kali ini saya tak sengaja melanggarnya. Ajaib, perasaan sedih itu muncul tiba-tiba. Saya jadi teringat hal-hal pahit yang sebetulnya ingin saya lupakan.
Mungkin bukan langit biru yang membuat saya bersedih. Mungkin yang lain. Mungkin memang saya takut menghadapi hari esok. Saya takut malam karena malam membuat saya kesepian. Malam malah mem-bold kan kenyataan bahwa saya sendirian.
Ah, saya memang kesepian. Hitoribocchi no yoru...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar