Kamis, 17 Juni 2004

Link





Naaah, kalo yang ini soal teori "six degrees of separation"-nya Milgram.



DUNIA (tidak) SELEBAR DAUN KELOR?



SETIAP ada berita tentang Friendster, dan situs online-network lainnya, kita hampir selalu membaca soal teori “six degrees of separation”. Teori ini selalu disebut-sebut sebagai dasar pembuatan situs berbasis jaringan. Jadi, situs tersebut berkembang oleh jaringan yang dibangun para anggotanya. Tapi, apa sih sebetulnya maksud teori ini?



Teori ini meyakini bahwa setiap orang di dunia terhubung satu sama lain. Paling jauh, cuma enam orang yang memisahkan kita dengan teman kita lainnya. Bahkan, kalo kita mau betulan cari, jangan-jangan cuma enam orang antara kita dan George Bush. Itu menurut kesimpulan seorang sosiolog Amrik bernama Stanley Milgram, lho!



Pada 1967, professor lulusan Harvard University, Amerika, ini bikin percobaan lewat surat. Dia meminta 300 relawan dari Omaha dan Nebraska untuk mengirimkan surat kepada alamat target di Boston. Dan mulailah relawan mencari koneksi untuk mencapai target yang diberikan peneliti kelahiran New York tahun 1933 itu.



Dari enam puluh rantai surat yang sampai, Milgram menyimpulkan bahwa rata-rata jumlah perantara di masing-masing rantai adalah enam orang. Karena itulah, hasil kesimpulan penelitian itu disebut “six degrees of separation”. Teori ini mengundang banyak reaksi, baik yang mendukung atau menolak. Sayang, Milgram meninggal pada 1984 tanpa pernah betul-betul membuktikan bahwa dunia itu memang kecil.



Pada 2002, peneliti dari Columbia University mencoba mengulang penelitian Milgram. Penelitian ini disebut sebagai Small World Research Project. Pemimpin penelitian ini, Dr. Duncan J. Watts, ingin menyempurnakan teori Milgram. “Yang kurang dari teorinya adalah jumlah partisipan yang tidak memuaskan secara statistik,” begitu kata Duncan kepada Wired.



Tim dari Columbia ini menggunakan internet untuk menjaring relawan. Lewat situsnya, eksperimen ini berhasil mengumpulkan lebih dari 60.000 orang dari 166 negara! Para peneliti lalu meminta responden mengirimkan e-mail kepada delapan belas orang target yang dipilih acak. Hasilnya? “Kebanyakan butuh lima hingga tujuh e-mail untuk sampai pada alamat target,” kata Duncan, pada Agustus 2003.



Selain Columbia University, ada pula penelitian oleh Ohio State University. Penelitian yang didanai oleh National Science Foundation ini disebut Electronic Small World Project. Menurut James Woody, sosiolog yang memimpin penelitian ini, proyeknya bertujuan mengidentifikasi peta sosial pada internet.



Pertanyaannya kemudian, apa sih manfaat hasil penelitian ini? Duncan berharap, proyeknya ini bisa membantu orang memahami taktik penyebaran virus lewat internet. Sedangkan Moody ingin membuktikan kalo hubungan lewat internet nggak memandang ras, kelamin, atau kelas ekonomi. “Bagi sebagian orang, e-mail membuat dunia jadi lebih sempit,” kata Moody. Kayaknya, Friendster juga punya efek yang sama deh!

Tidak ada komentar:

Pengikut