Sudah saatnya pemimpin negara-negara di dunia berasal dari kalangan sastrawan. Terlalu lama umat manusia diperbudak oleh nafsu kekuasaan. Semata-mata karena pemimpin kita selama ini berasal dari kalangan militer atau bisnis.
Kalangan militer hanya memahami bahasa kekuasaan. Semua diatur dengan tangan besi. Semua harus sama. Semua diarahkan untuk mencapai satu tujuan: keseragaman. Ini tentu menyalahi kodrat manusia yang diciptakan memang berbeda-beda. Untuk apa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda, kalau manusianya justru berusaha menciptakan kesamaan pemikiran, keseragaman?
Pemimpin dari kalangan bisnis tak lebih baik. Semua diatur oleh uang. Uang adalah kekuasaan, uang adalah Tuhan. Manusia diarahkan untuk mencapai satu tujuan: uang. Tujuan yang absurd sebetulnya. Mengapa harus berperang demi mengumpulkan kekayaan? Toh, manusia tidak akan hidup selamanya. Uang yang dikumpulkan toh hanya akan ditinggalkan, dan jadi sumber perang generasi sesudahnya.
Sekarang saatnya sastrawan memimpin. Sastrawan lebih memikirkan kemanusiaan. Kekuasaan digunakan demi meraih satu tujuan: menghidupkan kemanusiaan. Kemanusiaan adalah hal paling asasi yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Untuk itu, mari kita dukung gerakan Ezra Pound for President!
Demikian pidato yang saya sampaikan tadi malam di hadapan ribuan anggota parlemen seluruh dunia saat kami semua mengikuti kongres perdamaian di Amerika Serikat. Ribuan anggota parlemen dan penggiat LSM berkumpul sejak sore hari di depan gedung putih demi mendengar pidato dari saya.
Pidato saya tutup dengan acungan kepalan tangan yang disambut meriah oleh audiens. Usai berpidato, saya digiring ke ruang oval untuk menikmati jamuan teh bersama beberapa kepala negara lainnya. Tiba-tiba, seorang setengah baya berjas kelabu, sewarna dengan rambutnya, menghampiri dan menyalami saya. "Pidato yang bagus dan membanggakan," katanya. Saya tersenyum dan sedikit gede-rasa. Orang itu ternyata Vaclav Havel.
Tapi, kalian jangan percaya begitu saja ya. Itu cuma mimpi di tengah malam buta. hahahaha...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar