Rabu, 15 November 2006
Lemper dan krisis energi
Sebagian orang menganggap, penyebab krisis energi adalah kurangnya kegiatan eksplorasi di Indonesia. Tapi, menurut saya, ada hal lain yang jadi penyebab kebutuhan energi di Indonesia begitu besar sehingga menyebabkan krisis. Menurut saya, slow food adalah penyebabnya.
Indonesia, dan banyak negara asia lainnya, terkenal dengan gaya slow food. Makanan yang mengalami pengolahan berkali-kali dan makan waktu lama. Ambil contoh lemper, misalnya. Perhatikan cara buat lemper: pertama ketan ditanak hingga matang. Lalu bahan isi, ayam , harus diolah terlebih dahulu, dimasak dengan berbagai bumbu. Kemudian, bahan isi diisikan ke dalam ketan lalu dibungkus daun pisang. Barulah akhirnya lemper dibakar di atas arang.
Sekarang, orang Indonesia tidak hanya makan lemper. Tapi juga makan lontong, perkedel, dan pepes ikan. Cara buat lontong, ya, sama seperti lemper. Bagaimana dengan perkedel kentang/daging? Pertama, Anda harus menggoreng kentang/daging. Setelah daging/kentang setengah matang, Anda harus mencampurnya dengan bumbu. Setelah itu Anda bentuk adonan itu menjadi bulatan-bulatan. Terakhir, barulah adonan digoreng. Dan itulah yang Anda sebut sebagai perkedel.
Sekarang pepes. Ini malah lebih rumit lagi. Pokoke ketik CspasiD alias Capeee deee.... hehehe Nah, dengan khazanah makanan slow food seperti ini, ya, pantes aja toh Indonesia mengalami kebangkrutan energi???
Jumat, 10 November 2006
BUAT OTSU
Pernahkah terbayang olehmu
bahwa Musashi bukanlah kasihmu?
Akankah kau juga begitu
bila bukan Musashi kekasihmu?
Akankah kau tetap setia
bila kasihmu hanyalah paria?
Akankah kau tetap menanti
Saat ia pergi hanya ‘tuk bertani?
Ceritakan padaku
bagaimana menahan rindu pada zamanmu
tiada telepon apalagi e-mail versi terbaru yahoo!
Sadarkah dirimu, hanya Musashilah yang membuatmu begitu
Kau seperti itu, karena Musashilah kekasihmu!
* 8 Oktober 2006 *
LINDU
betapa rapuh,
lantai kayu yang kaujejak,
menggoyang tiang-tiang yang kaupacak,
atap bersiap luruh menimpamu
by mariana ariestyawati aka mariana hasbie
- 8 Oktober 2006*
MENANTIMU
setiap denting
membuatku termangu
mencari dirimu di ambang pintu
*7 Oktober 2006*