Pangandaran adalah salah satu lokasi wista pantai terbaik di Jawa. Dengan wilayah dataran yang diapit laut, Pangandaran menjadi tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit dan terbenam. Daerah pesisir di ujung selatan Jawa Barat ini menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Tak hanya atraksi alam yang bisa dinikmati para pelancong di wilayah ini. Pangandaran menyimpan cerita masa lalu di sepanjang jalur kereta mati Banjar-Cijulang. Tradisi dan budaya penduduk di daerah perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah ini pun bisa menjadi atraksi wisata tersendiri. Semua itu bisa Anda nikmati dengan mengikuti program Jelajah Hutan.
Anda pasti merasa senang bila memulai hari dengan menikmati matahari terbit. Para pemandu akan menjemput di hotel dan mengantar Anda ke Saung Buled. Ini adalah titik terbaik untuk dapat menikmati matahari terbit sambil menikmati sarapan dan teh hangat.
Tak jauh dari Saung Buled terdapat mulut jalan setapak menuju terowongan. Dari sinilah Anda memulai petualangan. Terowongan pertama yang Anda lalui adalah Terowongan Hendrik yang panjangnya 50 meter. Anda juga akan menemui Jembatan Cikacepit, jembatan gantung yang tingginya 65 meter di atas permukaan laut.
Melalui hutan perkebunan rakyat, Anda meneruskan perjalanan hingga tiba di terowongan kedua—Terowongan Juliana—yang panjangnya 100 meter. Ini adalah terowongan kedua di jalur mati Banjar-Cijulang. Dahulu, jalur ini dibuat atas perintah Belanda untuk memudahkan jalur perdagangan. Jalur ini pula yang sempat dipakai Daendles ketika hendak melarikan diri dari Jakarta. Cerita selengkapnya bisa Anda dengar langsung dari pemandu Anda.
Sekitar 1 km setelah terowongan kedua, Anda akan diajak menyusuri terowongan ketiga. Ini terowongan terpanjang –dan karenanya tergelap—di jalur ini. Terowongan Willhelmina ini panjangnya mencapai 1,2 Km. Tak usah takut, pemandu akan mendampingi Anda dengan lampu di tangan. Pemandu juga akan bercerita tentang kisah di balik nama-nama Belanda untuk terowongan itu.
Selepas terowongan, Anda diajak menyusuri sejuknya hutan jati milik rakyat. Ini adalah perjalanan menuju Karang Mini, pos terakhir pada perjalanan ini. Anda dipersilahkan beristirahat sambil menikmati makan siang dengan makanan lokal. Masih belum puas? Anda bisa mencoba jalur trekking kami lainnya.
Trekking 2-Selusur Sungai
Tuhan menganugerahkan alam yang indah untuk Pangandaran. Bagaimana tidak, daerah ini memiliki tempat ter baik untuk menikmati matahari terbit juga terbenam. Bila Anda sudah mengikuti jelajah hutan pagi hari, jalur Curug Sawangan ini akan menambah sempurna liburan Anda.
Jalur dua ini dimulai pada siang hari setelah makan siang. Anda akan dijemput di hotel menuju mulut hutan jati. Anda akan berjalan menyusuri sungai lalu menyeberangi Jembatan Gantung Pandean. Kami jamin adrenalin Anda akan terpacu saat melakukannya. Tak usah khawatir, kami juga menjamin keselamatan Anda.
Setelah dua jam berjalan menyusuri sungai di hutan jati ini, Anda boleh istirahat di tempat istimewa. Sebuah kolam buatan Tuhan di bawah air terjun Curug Sawangan menanti Anda. Airnya yang jernih akan menggoda Anda untuk berenang di dalamnya. Kalau terlalu lelah berenang, bisa juga Anda hanya berendam duduk di batu-batu pinggir sungai itu. Inilah saatnya Anda berbagi bekal dengan teman seperjalanan.
Setelah rasa lelah terobati, kita bisa melanjutkan perjalanan. Keluar dari air terjun, Anda akan menemui kebun-kebun rakyat. Kebun ini berisi berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat untuk warga setempat. Bila bertualang bersama keluarga, Anda mungkin ingin bercerita soal tanaman kepada anak-anak.
Tak terasa, perjalanan di kebun ini akan mengantar Anda sampai ke Bukit Mahoni. Ini adalah bukit yang tingginya 217 meter di atas permukaan laut. Menjadi tempat terbaik untuk menikmati pemandangan kota Pangandaran di senja hari. Inilah saatnya satu persatu warga setempat menyalakan lampu yang terlihat bagai kunang-kunang.
Bila Anda bersama pasangan tercinta, kami sarankan untuk memilih waktu ketika bulan Purnama. Bayangkan romantisnya menikmati makan malam dari atas bukit, diterangi oleh sinar bulan. Ah, indahnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar