My Reviews


Kisah sedih si Adriana  


Judul Film
Durasi

: Trade
: 120 menit


Adriana baru saja merayakan ulang tahun yang ke-13 ketika segerombolan bandit menculiknya. Gadis Mexico ini lalu diselundupkan masuk ke Amerika Serikat untuk dijual sebagai pelacur. Jorge, sang kakak, berusaha melacak jejaknya. Dengan bantuan polisi, Jorge berhasil membebaskan adiknya tersayang.

Trade bukanlah kisah action pembebasan anak dari penculikan. Film besutan sutradara Jerman Marco Kreuzpaintner ini bercerita soal human trafficking yang marak terjadi di Amerika Serikat.  Tema perdagangan perempuan dan anak-anak dalam film sebetulnya bukan ide yang orisinil.  Sebelumnya pernah ada Maria full of grace yang bertema hampir mirip. Bedanya,  Maria  full of grace menceritakan kisah anak-anak yang diselundupkan untuk dijadikan kurir narkoba.

Yang menarik, kedua film di atas dibuat berdasarkan kisah nyata. Trade adalah adaptasi reportase investigatif wartawan Peter Landesman berjudul “The Girls Next Door” di The New York Times. Setelah artikel tentang perbudakan seks anak-anak–laki-laki dan perempuan—ini terbit, terjadi polemik di tengah masyarakat Amerika sendiri. Banyak dari mereka yang tidak percaya bahwa praktik semacam itu terjadi di negeri yang, katanya, penjaga hak asasi manusia itu. 

Kenyataanya, menurut data Free the Slaves –organisasi anti-perbudakan terbesar di AS, sekitar 10.000 orang diselundupkan ke negeri Paman Sam tiap tahunnya untuk dijadikan budak seks. Angka global malah lebih fantastis, 800.000 orang per tahun! Korbannya siapa lagi kalau bukan wanita dan anak-anak dari negri bertaraf ekonomi rendah. Maka wajarlah bila isu ini terus diangkat demi membangun kesadaran bahwa human trafficking tak lain sebuah bentuk perbudakan modern. Karenanya, jangan ada lagi korban.  


Roti dan Nasi

Pengikut